Belajar Memahami Melalui MBTI
Akza Rajuwana (18) tersenyum ketika mengingat
kembali keseruannya saat bergaul dengan adik-adik di Pos Paud Terpadu,
Kenjeran. Awalnya, kegiatan bertajuk PSIBERIA (23/02)—pengabdian masyarakat
dalam rangka pengaderan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
angkatan tahun 2018—ini, Akza tergabung menjadi staf perlengkapan. Memiliki
tugas untuk menyiapkan segala kebutuhan logistik panitia dan masyarakat
sekitar, tidak menutupi sifat cerianya terhadap adik-adik sehingga membuatnya
‘tertarik’ untuk menjadi salah satu pengisi acara. Dengan
kepribadian ekstrovertnya, intuisinya berhasil membuat ia berimajinasi bagaimana
menyenangkannya bisa bermain langsung dengan adik-adik, sehingga ia memutuskan
untuk menjalankan apa yang ia sukai tanpa menimbang benar atau salah. Dia
beranggapan bahwa hidup akan selalu fleksibel, melanggar kodratnya sebagai staf
perlengkapan tentu sah-sah saja. Akza tahu, kepribadian ENFP-nya sangat
berpengaruh dalam pengambilan keputusannya saat itu.
ENFP termasuk dalam salah satu karakter
manusia berdasarkan MBTI alias Myerss
Bryggs Type Indicator. MBTI merupakan indikator kepribadian dalam melihat
dunia untuk mengambil keputusan. Kecenderungan sifat ini terbagi dalam empat
dimensi, yang masing-masing dimensi memiliki dua tipe yang saling bersebrangan.
Ekstrovert (E) mendapatkan energinya
dari luar sehingga lebih suka bergaul dengan orang lain. Sebagai lawannya, introvert (I) sebagai lawannya yang
mendapatkan energi dari diri sendiri cenderung suka menyendiri. Huruf (N)
melambangkan intuition, yaitu pengambilan
informasi menurut kata hati, berlawanan dengan sensing (S) yang mengandalkan pengalaman indrawi. Dalam cara pengambilan
keputusan, manusia terbagi menjadi thinking
(T) dan feeling (F). Sementara itu,
huruf terakhir dalam kesatuannya menunjukkan pola hidup, yaitu judging (J) yang terstruktur dan perceiving (P) yang cenderung fleksibel.
Hasil tes Akza menghasilkan ENFP, yang
berarti memadukan extrovert, intuition,
feeling, dan perceiving. Dengan
tipe kepribadian ini, Akza mengaku kerap menjadi pelopor. Namun, kepribadiannya
ini kerap kali menimbulkan masalah bagi orang sekitarnya. Ketika memulai
sesuatu, Akza cenderung menggebu-gebu, tidak peduli dengan indrawi. Misalnya
didalam forum, tanpa sadar ia bisa menyakiti hati beberapa orang. Apalagi kalau
bertemu dengan yang komposisinya sangat berlawanan, ISTJ. Kelebihan ENFP berupa
kemampuan speak up tak dapat menutupi
komponen-komponennya yang cenderung berantakan. “Aku nggak pernah mikir apakah aku salah atau
nggak, sering melanggar aturan juga”, ujarnya.
Tak hanya beberapa kali menyakiti orang
lain, Akza juga mudah terpengaruh. Semuanya terbatas pada ia menyukainya atau
tidak, sering kali tanpa memikirkan kebenaran, moralitas, atau bahkan kesanggupannya.
Sebagai contoh, beberapa kali ia mendapat tawaran berupa jabatan yang langsung
ia sanggupi tanpa mempertanyakan apa saja tanggung jawabnya lebih dulu.
Setelah menjadi mahasiswa psikologi,
Akza mulai menganalisis kepribadiannya ini. Ia menyadari bahwa banyak hal yang
membentuknya menjadi pribadi ENFP—mulai dari orangtua yang kerap mendorongnya
untuk mengikuti lomba hingga pengalaman traumatis. Saat Akza kecil, ia pernah
mengalami pengucilan yang membuatnya mempertanyakan apakah ia lakukan adalah
hal yang benar atau salah. Sejak sifat itu membawanya pada depresi, ia
memutuskan untuk mengikuti semua intuisinya hingga terkadang melampaui batas.
Genetik juga mempengaruhi beberapa kebiasaan lainnya.
Dengan mempelajari MBTI, Akza mulai berusaha
mengontrol diri. “Agar bisa mengerti keadaan. Selain itu, juga harus
meningkatkan toleransi ke orang lain,” terangnya. Dengan kemudahan akses pada
tes MBTI, Akza berharap lebih banyak yang mengeksplornya. Kecenderungan manusia
untuk menghakimi satu sama lain tanpa ada kemauan untuk mengerti tentu harus
segera dihentikan, termasuk Akza yang kerap kali disebut mendominasi secara
sepihak.
Penulis: Raisya Farizqa Latifa
Editor: Aprilia Nur Azizah
Belajar Memahami Melalui MBTI
Reviewed by Raisya Latifa
on
Juni 23, 2019
Rating:
Reviewed by Raisya Latifa
on
Juni 23, 2019
Rating:


Tidak ada komentar