YAYASAN GAYa NUSANTARA : TOLERANSILAH MENJADI MANUSIA
“Toleransilah
menjadi manusia”, tak banyak harapan
yang diinginkan Sam, sekretaris dari Yayasan GAYa Nusantara, yayasan tertua di
Indonesia saat ditemui di sekitaran gang Pattaya tepatnya di Jalan Kangean.
Yayasan GAYa
NUSANTARA adalah pelopor organisasi gay
di Indonesia yang terbuka dan bangga akan jati dirinya serta tidak
mempermasalahkan keragaman seks, gender
dan seksualitas serta latar belakang lainnya. Organisasi yang tumbuh dan berkembang
sejak 1 Agustus 1987 dan didirikan oleh Dede Oetomo ini awalnya sebagai
perkumpulan untuk memperjuangan kepedulian akan hak-hak LGBTIQ.
Tidak mudah menjalankan cita – cita
luhur yayasan GAYa NUSANTARA untuk membangun konektivitas teman – teman gay dari
berbagai daerah khususnya Jawa Timur. Sebelum munculnya gadget, GAYa NUSANTARA
sempat menerbitkan tabloid untuk para kader di setiap daerah. Bahasan seputar
informasi kegiatan, rubrik LGBTIQ juga kolom untuk saling mengenal dan mencari
jodoh sempat berjaya dan menjadi favorit teman-teman gay saat itu.
GAYa NUSANTARA dalam perjalanannya
tidak hanya sekadar menjadi wadah bagi teman-teman gay, namun juga melakukan berbagai riset dan pengetahuan dalam
berbagai aspek yang kemudian dituangkan menjadi 4 divisi khusus untuk melancarkan
programnya. Tak tanggung-tanggung, GAYa NUSANTARA menggandeng berbagai lembaga
pemerintahan seperti Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan juga orang-orang profesional
lainnya agar program terus
berkembang.
Divisi kesehatan, advokasi dan
penelitian serta gender seksualitas
menjadi 4 divisi inti yayasan GAYa NUSANTARA. Melalui divisi kesehatan
misalnya, yayasan GAYa NUSANTARA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota
Surabaya untuk mendata dan menyosialisasikan penularan dan pencegahan HIV AIDS
agar angka HIV terus menurun.
Dalam divisi penelitian, pihaknya
menyampaikan bahwa Yayasan GAYa NUSANTARA bertanggung jawab untuk menjawab persoalan-persoalan
yang sedang hangat dan acap kali ditujukan kepada teman-teman LGBT.
“Kita
sering diundang di berbagai sekolah, untuk mengenalkan dan mengedukasi para
siswanya mengenai apa itu gay, LGBT. Setidaknya mereka mengenal dulu sebelum
menilai yang bukan-bukan. Respon yang kami dapat malah baik, mereka mengenal
dan mendukung. Bukan malah menghujat,” tutur Sam.
![]() |
| Sam, sekretaris Yayasan GAYa Nusantara |
Sam juga menyampaikan bahwa cita-cita
yayasan khususnya teman-teman
gay tidak muluk-muluk. “Diterima oleh
masyarakat saja sudah menjadi suatu kesenangan bagi kami. Kami tak menuntut
seperti pernikahan sejenis dilegalkan, kami hanya ingin diterima sebagai sesama
manusia.”
Hal ini disampaikan dengan
dibarengi kejadian beberapa tahun lalu dimana menjadi luka membekas bagi
yayasan. Pada tahun 2010-an, sekretariat yayasan diserang dan dihancurkan oleh
orang-orang berkedok agama, tuturnya. Mereka
menuliskan berbagai kata dan kalimat menghardik yayasan GAYa NUSANTARA, tak
jarang juga mengutuk yayasan.
“Cukup satu kata
‘toleransilah’, kalau kami tidak bisa diterima saat ini, tetaplah menjadi orang
yang toleran kepada sesama, karena dengan toleransi bukan cuma gay saja yang
diterima, namun dari berbagai kalangan seperti perbedaan agama, keyakinan dan
lain – lain,” tutup Sam saat menemui kami.
Penulis: Dimas Angga Prayitno
Editor: Aprilia Nur Azizah
YAYASAN GAYa NUSANTARA : TOLERANSILAH MENJADI MANUSIA
Reviewed by Raisya Latifa
on
Juni 23, 2019
Rating:
Reviewed by Raisya Latifa
on
Juni 23, 2019
Rating:


Tidak ada komentar