Wadah Positif bagi ODHA Surabaya: Yayasan Mahameru
Yayasan Mahameru merupakan yayasan untuk
mewadahi orang-orang dengan HIV/AIDS atau ODHA yang beralamat di Jalan Manyar
Tirtoyoso Selatan I nomor 53, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Pendiri yayasan
ini terdapat empat orang, salah satunya adalah Yulianto dan dua orang
diantaranya sudah meninggal. Dari empat orang tersebut, tiga diantaranya
positif mengidap HIV. Maka dari itu keempat orang tersebut mendirikan yayasan
ini sebagai wadah untuk para ODHA/orang dengan HIV/AIDS agar terus termotivasi
untuk hidup. Yayasan Mahameru dulunya masih berbentuk lembaga atau komunitas.
Pada tahun 2004, lembaga ini tersebar di tiga region, yaitu Surabaya, Malang,
dan Kediri. Pada tahun 2009, ketiga region tersebut sepakat untuk membuat wadah
untuk para ODHA ke tingkat yang lebih luas, yaitu tingkat provinsi, kemudian
diberi nama Kelompok Payung Mahameru. Pada tahun 2016 Kelompok Payung Mahameru
resmi berubah bentuk menjadi Yayasan Mahameru karena terdapat undang-undang
yang mengatur tentang ormas sehingga diakui oleh pemerintah secara hukum. Nama
Mahameru sendiri diambil sebagai nama yayasan karena Gunung Mahameru merupakan
salah satu ikonis Jawa Timur, harapannya adalah dapat membantu para ODHA yang
ada di daerah Jawa Timur.
Yayasan Mahameru memiliki program kerja,
yaitu pendampingan. Pendampingan terdiri dari dua jenis, yaitu Open Meeting dan Close Meeting. Open Meeting adalah
kegiatan dimana teman-teman ODHA berkumpul, kemudian ada seorang yang tidak terkena
HIV, lalu mereka berdiskusi dan belajar bersama. Close Meeting hampir sama dengan Open Meeting, bedanya adalah khusus para ODHA yang berkumpul
kemudian sharing bersama.
Yayasan Mahameru sudah memiliki MOU kerja
sama dengan beberapa layanan kesehatan sehingga para ODHA dapat menemukan
Yayasan Mahameru dengan mudah karena saat mereka terdeteksi, pihak layanan atau
dinas kesehatan akan menyarankan mereka untuk menuju ke Yayasan Mahameru sebagai
tempat untuk pendampingan dan konseling, namun sifatnya tidak memaksa. Selain
itu apabila terdapat ODHA yang berasal dari wilayah Jawa Timur, khususnya
daerah Surabaya dan sekitarnya yang mengakses internet dan menemukan website
milik Yayasan Spiritia, Yayasan bagi ODHA Nasional, maka oleh Yayasan Spiritia
akan dirujuk ke Yayasan Mahameru.
Stigma masyarakat Surabaya terhadap
HIV/AIDS rupanya masih sangat kental. Hal itu terbukti dan terjadi pada Yayasan
Mahameru. Pada tahun 2017, Yayasan Mahameru secara tiba-tiba diusir oleh warga
setempat saat masih menetap di daerah Ngagel. Ada warga yang melakukan browsing tentang Yayasan Mahameru dan
menemukan kata HIV/AIDS. Mulai dari situ lah warga bertindak. Alasan warga
bermacam-macam. “Awalnya mereka menuduh ada pasien HIV dirawat disini. Mereka
kan ngomong takut tertular, kita jelasin. Suruh masuk ke dalam aja nggak mau.
Kita jelasin lagi, nggak ngaruh. Pindah ke isu TBC. Kata mereka TBC kan menular
blablabla, kita jelasin TBC nya, ganti isu yang banci-banci gitu,” jelas Farid
Hafifi selaku Ketua Yayasan Mahameru. Mulai dari peristiwa itulah, Yayasan
Mahameru menambah keterangan dalam penulisan plang yayasan menjadi ‘Yayasan
yang Bergerak di Bidang Kesehatan’.
![]() |
| Farid Hafifi selaku Ketua Yayasan Mahameru. (Dokumen 18 Juni 2019) |
Yayasan Mahameru berharap HIV bisa
menjadi hal yang biasa di benak masyarakat. “Kami berharap kalau HIV itu akan
menjadi suatu penyakit yang biasa. Ya kaya orang yang biasanya datang ke rumah
sakit terus bilang, sakit apa? Typhus. DBD. HIV. Yaudah, selesai, gitu,” tutur
Farid.
Penulis: Titananda Tria RamadinaEditor: Aprilia Nur Azizah
Wadah Positif bagi ODHA Surabaya: Yayasan Mahameru
Reviewed by Raisya Latifa
on
Juni 23, 2019
Rating:
Reviewed by Raisya Latifa
on
Juni 23, 2019
Rating:


Tidak ada komentar