"Yayasan Kasih Yang Utama" Cegah Human Trafficking dan Sexual Exploitation

Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU) adalah sebuah yayasan non-profit yang fokus pada pencegahan, penanganan, hingga perawatan secara menyeluruh untuk para korban trafiking hingga eksploitasi seksual pada anak dan wanita. YKYU bermitra dengan training penegak hukum melalui proses atau sistem persidangan dan berkolaborasi secara finansial untuk penyelamatan mereka yang dijual, sehingga jalur yang ditempuh aman bagi para korban. Yayasan ini berdiri pada tahun 2013 di Manado, Sulawesi Utara, sekaligus menjadi induk organisasi dengan nama Yayasan Compassion First Indonesia (YCFI) yang memiliki sistem rumah aman untuk penanganan paska kejadian bagi penyintas perdagangan seks pada anak. Berbeda dengan YKYU yang ada di Surabaya, yang lebih fokus kepada pencegahan trafiking dan eksploitasi seksual sehingga mencakup penanganan medis, pendidikan, pelatihan keterampilan hidup maupun keterampilan pekerjaan, konseling trauma, dan program-program bimbingan lainnya. Terdapat dua unit YKYU di Surabaya, yaitu di daerah Pakis Sidokumpul dan di daerah Dukuh Kupang Timur.
Yayasan Kasih Yang Utama memiliki beberapa program kerja seperti pendidikan, pelatihan, konseling, dan lain-lain. Setiap Senin sore, terdapat kelas matematika, kimia, fisika, dan mata pelajaran lainnya. Selasa diadakan sharing atau sesi curhat, dan Rabu diadakan kelas musik. Pengunjung yayasan ini sebagian besar adalah anak-anak. Kebanyakan dari daerah Pakis Sidokumpul, karena daerah tersebut rawan dengan trafficking dan sexual exploitation. Anak-anak yang datang juga beragam, mulai dari balita, anak-anak sekolah, anak yang tidak bersekolah hingga dewasa.
Yayasan Kasih Yang Utama pernah menjumpai korban eksploitasi seksual di sekitar yayasan. Lingkungan Pakis Sidokumpul dan Dukuh Kupang memiliki pengaruh negatif yang kuat karena wilayah tersebut merupakan satu wilayah dengan Gang Dolly sehingga sisa-sisa pengaruh negatif terhadap masyarakat dan anak-anak sekitar masih sangat kuat. “Ya, memang kalau dari sekitar sini, dari komunitas yang kita bina memang sudah pernah ada, dan memang akhirnya kita kirim ke shelter,” tutur Irma selaku pembina di Yayasan Kasih Yang Utama pada hari Selasa, 17 Juni 2019. Namun, Irma juga menerangkan bahwa pihak yayasan tidak langsung mengirim anak tersebut pada shelter. YKYU memiliki kerja sama dengan pihak-pihak yang berwenang seperti kepolisian. “Untuk penanganannya kita bekerja sama dengan polisi. Ya, karena kan kita kan nggak bisa ya, istilahnya ngambil anak gitu aja kan, harus ada legalnya," ujarnya lagi. Ada yang dikirim ke Manado dan ada juga yang dikirim ke salah satu organisasi serupa di Bali, yang juga bekerja sama dengan Yayasan Kasih Yang Utama.
Ada jangka waktu dalam proses penanganan anak-anak yang menjadi korban. Setiap shelter memiliki program dan jangka waktu penanganan yang berbeda. Penanganan yang diberikan berupa konseling dan ada pemberian pengetahuan seperti di sekolah dengan model home schooling.
Yayasan Kasih Yang Utama memiliki sistem orang tua angkat bagi anak-anak yang tidak mampu bersekolah. “Kalau misalnya ada yang bantu, ya kita bantu sekolahnya. Kalau misalnya nggak sekolah, ya kita tanya dulu penyebabnya kenapa nggak sekolah, mau sekolah nggak, kalau mau ya kita sekolahkan," jelas Irma. Dana yang digunakan untuk membantu anak-anak tersebut merupakan dana donatur.
Yayaysan Kasih Yang Utama memiliki dampak positif maupun negatif. Dari pandangan positif, masyarakat merasa senang karena anak-anak yang bermain di sanggar mendapatkan banyak pengetahuan. “Mereka (masyarakat) senang karena anak-anaknya itu bisa berkegiatan positif, kalo ke sanggar kan kegiatannya positif, baca, terus diajarin life skill gitu," tutur Irma. Selain itu terdapat kekhawatiran dari masyarakat sekitar karena YKYU di operasikan oleh orang-orang beragama risten sehingga warga setempat takut apabila yayasan tersebut mengajak anak-anak yang berkunjung ke sanggar untuk pindah agama. Namun isu tersebut tidak benar karena Yayasan Kasih Yang Utama memiliki tujuan mulia, yaitu mencegah, menangani, dan merawat korban trafiking dan eksploitasi seksual pada anak.

Penulis: Titananda Tria Ramadina
Editor: Aprilia Nur Azizah
"Yayasan Kasih Yang Utama" Cegah Human Trafficking dan Sexual Exploitation "Yayasan Kasih Yang Utama" Cegah Human Trafficking dan Sexual Exploitation Reviewed by Raisya Latifa on Juni 23, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar